PK Bapas Lhokseumawe Lakukan Pendampingan ABH di Kejaksaan Negeri Aceh Utara

  • Whatsapp

LHOKSEUMAWE, BEDAHNEWS.com – Berdasarkan Undang-Undang nomor 11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak, Balai Pemasyarakatan (BAPAS) merupakan unit pelaksana teknis pemasyarakatan yang melaksanakan tugas dan fungsi Penelitian Kemasyarakatan (LITMAS), Pembimbingan, Pengawasan, dan Pendampingan yang dilakukan oleh Pejabat Fungsional tertentu yakni Pembimbing Kemasyarakatan.
Dengan adanya UU no 11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA), yang berfokus pada Keadilan Restoratif dan Diversi yang menekankan pada ‘pemulihan’ ketimbang ‘pembalasan’ seperti penerapan pada hukum pidana orang dewasa. Pembuatan Undang-undang ini diharapkan dapat mengubah stigma masyarakat yang memandang anak sebagai ‘kriminal’, membuat masyarakat sadar bahwa anak masih dalam masa pengembangan diri dan karenanya mereka pun belum dapat mempertanggungjawabkan perilakunya secara penuh.

Pengajaran dari orang tua dan lingkungan sekitar memiliki peran besar dalam pembentukan perilaku anak tersebut. Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Bapas Lhokseumawe melakukan pendampingan terhadap Anak Yang Berhadapan dengan Hukum (ABH) dengan kasus persetubuhan yakni pasal 47 jo pasal 50 jo pasal 6 ayat (1) Qanun Aceh nomor 6 tahun 2014.

Muat Lebih

PK melakukan pendampingan tahap II atau pelimpahan berkas perkara dari penyidik Polres Lhokseumawe ke Jaksa Penuntut Umum Anak pada Kejaksaan Negeri Aceh Utara. Dalam tahap ini, turut hadir jaksa, orang tua anak, dan penyidik.

Pendampingan bagi ABH dilakukan sesuai dengan Undang-Undang no. 11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak, yang menyatakan bahwa Pembimbing Kemasyarakatan wajib mendampingi kasus anak agar kepentingan terbaik bagi anak dapat terpenuhi.

“Pada pelaksanaan proses pendampingan hari ini berjalan lancar dimana anak mengakui secara sadar perbuatannya dan mengaku salah”.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *