LANGKAT, BEDAHNEWS.com – Kapolda Sumatra Utara Irjen Panca Putra, didampingi Dinas pertanian peternakan, Dandim dan Kapolres serta bupati langkat beserta Kapolres Aceh Tamiang memantau langsung pos terpadu diperbatasan Sumatra utara-Aceh, Selasa (24/5/2022).
Hal ini dilakukan untuk memastikan melakukan pemeriksaan dan membatasi pergerakan jual beli hewan, kaitan nya dalam rangka mengeliminir dan membatasi serta mengantisipasi penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kabupaten Langkat.
Kapolda Sumut Irjen Panca Putra mengatakan di Sumatra Utara ada 9 kab/kota dimana didalam nya 24 kecamatan dan 48 desa yang terkonfirmasi diduga ada penyakit mulut dan kuku.
“Jumlah nya diperkirakan kurang lebih 2400 ekor dan 1300 diantara nya dinyatakan sembuh dan lain nya masih dalam proses penyembuhan”,Pungkas Kapolda.
Saat ditanya tentang keterbatasan obat bupati langkat Syah Afandin mengatakan saat ini pihak kabupaten Langkat sangat membutuhkan obat kiriman dari pusat,dan bagi peternak yang ternak nya terkena PMK langkah awal segera akan dilakukan penyuntikan anti biotik.
“Diharapkan menjelang hari raya idul-Adha penyakit mulut dan kuku di kab.langkat bisa segera teratasi dan penyebarannya bisa terus di tekan, agar tidak merugikan para peternak yang ada di kabupaten Langkat yaitu dengan cara melakukan pembatasan ketat pergerakan hewan yang terkena penyakit tersebut”, tutur Bupati.
Jurnalis : Sutrisno
Editor : Dewo