LPA Bersama Wakil Ketua DPRK Aceh Tamiang Bagikan Takjil untuk Warga

  • Whatsapp

Jurnalis: Rahmat Arifin

ACEH TAMIANG, BEDAHNEWS.com – Wujud kepedulian, pengurus dan anggota Lembaga Putroe Aceh (LPA) Kabupaten Aceh Tamiang didampingi dewan pembinanya yang juga Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tamiang Fadlon, SH melakukan kegiatan amal berbagi takjil untuk berbuka puasa kepada masyarakat.

Muat Lebih

Kegiatan berlangsung di pinggir jalan lintas Banda Aceh – Medan dekat lampu merah Simpang Kelana, Kecamatan Kota Kulasimpang Kabupaten Aceh Tamiang, Jum’at (30/4/2021) sore sekira pukul 17.30 WIB.

Terlihat, paket takjil berupa makanan dan minuman yang terbungkus plastik kresek dibagi-bagikan kepada masyarakat sekitar yang datang dan masyarakat yang sedang melintas.

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tamiang Fadlon, SH yang ditemui wartawan di lokasi kegiatan mengatakan, takjil untuk buka puasa yang dibagikan kepada masyarakat jumlahnya kurang lebih sebanya 300 paket.

“Paket takjil yang terdapat di dalam plastik kresek isinya berupa nasi kotak lauk ayam, kolak Aceh dan air mineral,” ujarnya.

Diterangkan Fadlon, sebagai anggota dewan pembina di Lembaga Putroe Aceh, ia sangat mengapresiasi kegiatan berbagi takjil kepada masyarakat.

Selain dirinya, turut juga dalam kegiatan berbagi takjil Ketua Dewan Pembina Lembaga Putroe Aceh M. Helmi yang juga merupakan Ketua Partai Aceh Wilayah Kabupaten Aceh Tamiang dan Adi Syahputra anggota dewan pembina yang juga Sekretaris Partai Aceh wilayah Aceh Tamiang.

Sementara pada kesempatan yang sama M. Helmi sebagai Ketua Dewan Pembina Lembaga Putroe Aceh menyatakan sangat mendukung kegitan pembagian takjil untuk berbuka puasa yang dilakukan para pengurus dan anggota Lembaga Putroe Aceh.

“Apa yang dilakukan Putroe Aceh ini kami sangat mendukung. Dengan harapan hal-hal seperti ini, untuk membantu masyarakat harus dilakukan,” serunya.

Dijelaskan M. Helmi, kedepannya kegiatan kepedulian untuk membantu masyarakat, terutama masyarakat yang tidak mampu terus dibuat.

Bahkan kemungkinan dalam waktu dekat, menurut M. Helmi kegiatan yang lebih besar akan dilakukan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *