Pemkab Bireuen Gelar Apel Siaga Bencana Karhutla

  • Whatsapp

Jurnalis: Zubir

BIREUEN, BEDAHNEWS.com – Bupati Kabupaten Bireuen Dr H Muzakkar A Gani, SH, M.Si didampingi unsur Forkopimda melaksanakan apel siaga bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Selasa (9/3/2021). Apel siaga itu dipusatkan di halaman pendopo Kabupaten Bireuen.

Muat Lebih

Dalam mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan, pemerintah Kabupaten Bireuen dalam hal ini BPBD, TNI, Polri, Satpol-PP, BASARNAS dan RAPI menggelar apel pasukan Karhutla tahun 2021 guna melakukan upaya pencegahan dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan.

Bupati Bireuen Muzakkar dalam sambutannya mengatakan, Pemkab melalui BPBD Kabupaten Bireuen mengimbau seluruh masyarakat agar bersama-sama menjaga dan melestarikan hutan dengan meminimalisir potensi bencana alam.

Lanjutnya, rasa kepedulian dan kesadaran juga harus ditingkatkan dalam aktivitas yang berkaitan dengan upaya pencegahan dini dan kesiapsiagaan bencana alam tersebut.

Bupati menyampaikan, berdasarkan arahan dan Instruksi Presiden nomor 11 tahun 2015 tentang peningkatan pengendalian kebakaran hutan dan lahan, ada 6 poin yang perlu dan harus dilakukan.

Pertama, prioritaskan upaya pencegahan melalui deteksi dini, monitoring areal rawan dengan hotspot, dan pemantauan kondisi harian di lapangan.

Kebakaran yang sering terjadi di wilayah Kecamatan Juli, Peusangan Selatan, dikarenakan masyarakat tani sering melakukan pembukaan dan pembakaran lahan baru, dengan membiarkan api saat semak hasil penebangan.

Kedua, lakukan monitoring dan pengawasan dengan melibatkan petugas Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan kepala desa dalam penanganan Karhutla.

“Bahkan harus mengajak para tokoh agama dan masyarakat untuk memberikan edukasi terus menerus kepada warga,” paparnya.

Kemudian, cari solusi yang permanen agar korporasi dan masyarakat membuka lahan dengan tidak membakar.

Poin keempat yakni harus melakukan penataan ekosistem gambut dalam kawasan hidrologi gambut dan harus terus berkelanjutan.

Sementara Kalak BPBD Kabupaten Bireuen Teguh Mandiri Putra, S.STP, nengakui, sarana dan prasarana yang dimiliki pihaknya memang belum memadai, tapi hal itu tidak membuat mereka berdiam diri.

“Walaupun sarana dan prasarana yang kita miliki belum memadai, namun kita tetap mencari cara berusaha untuk mengatasi Karhutla. Lebih bagus semua lapisan masyarakat mencegahnya, karena jika api sudah menyala di hutan akan susah untuk dipadamkan. Maka dari itu, kita lebih dominan kepada pengedukasian kepada masyarakat guna melakukan pencegahan,” tambah Teguh.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *